Saturday, 8 October 2011

Menuntut Ilmu

Let's go to school!
Menuntut ilmu di STBA Buddhi  bukanlah untuk sok pamer dan bukan biar bisa bahasa asing. Tapi menuntut ilmu karena Tuhan semata. Karena itulah kita tidak akan diberi ikan, tapi akan mendapat ilmu dan kail. Para dosen mendidik kita dengan ikhlas dan kita harus berniat ikhlas pula untuk dididik.

“Beruntunglah kalian sebagai
penuntut ilmu karena Tuhan memudahkan jalan kalian ke Surga, malaikat membentangkan sayap buat kalian, bahkan penghuni langit dan bumi sampai ikan paus di lautan memintakan ampun bagi orang yang berilmu. Reguklah ilmu dengan membuka pikiran, mata dan hati kalian.”

Walaupun bahasa asing itu sulit dipelajari, percayalah kalian bisa kalau berusaha. Sesungguhnya bahasa asing adalah anak kunci jendela-jendela di dunia.

Man Jadda Wajada = Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.

Pasang niat kuat, berusaha keras dan berdoa khusyuk, lambat laun, apa yang kita perjuangkan akan berhasil. Inilah hukum Tuhan.

“Rabbi zidni ilman warzuqni fahman” = Tuhanku tambahkanlah ilmuku dan berkahilah aku dengan pemahaman.

Inti hidup itu adalah kombinasi niat ikhlas, kerja keras, doa dan tawakkal. Ingat, ikhlaskan semuanya, sehingga tidak ada kepentingan apa-apa selain ibadah. Menuntut ilmu itu termasuk ibadah, iyakan.

“Berjuang dengan usaha di atas rata-rata yang dilakukan orang lain agar menjadi sukses.”    Coba renungkan lebih dalam untuk merasakan kekuatan prinsip sederhana ini. Ingatlah, sang juara dan orang sukses itu kan jauh lebih sedikit daripada yang tidak sukses.

Apa sih yang membedakan sukses dan tidak?
Belum tentu faktor pembeda itu otak yang lebih cemerlang, hapalan yang lebih kuat, badan yang lebih besar, dan orang tua yang lebih kaya.  Tapi yang membedakan adalah usaha kita. Selama kita berusaha dan bekerja keras di atas orang kebanyakan, maka otomatis kita akan menjadi juara 1.

Lihatlah, berapa perbedaan antara juara satu lari 100 meter dunia? Cuma, 0,00 sekian detik dibandingkan saingannya. Berapa beda jarak juara renang dengan saingannya? Mungkin hanya satu ruas jari! Untuk juara hanya butuh sedikit lebih baik dari orang kebanyakan!

Maksudnya, kalau kita berusaha sedikiiiiit saja lebih baik dari orang kebanyakan, maka kita jadi juara. Ingat filosofinya: sedikit saja lebih baik dari orang lain. Itu artinya perbedaan sepersekian detik, satu ruas jari tadi.

Kita bisa dan kita mampu jadi juara kalau mau!
Ingat selalu, selama kita ikhlas, maka selamanya Allah akan menjadi penolong kita.

Innallah Maa’na = Tuhan bersama kita.

Selamat berjuang. Hidup sekali, hiduplah yang berarti.

Ma’an najah = Good Luck.
^_^

Sumber: Negeri 5 Menara

No comments:

Post a Comment